Rabu, 24 Februari 2016

USTADZ JOKER : MASYARAKAT HARUS BELAJAR DARI SAIPUL JAMIL

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Assalamu 'alaikum wr. wb.

Sampai hari ini, proses hukum kasus yang membelit pedangdut Saipul Jamil sedang berlangsung dan masih menjadi pembicaraan yang hangat di tengah masyarakat. Dalam koridor pembelajaran, mengambil hikmah pelajaran di balik peristiwa yang terjadi itu, Redaktur meminta komentar dari Ustadz Lukman Sayadi, M Ag, atau lebih akrab disapa dengan sebutan Ustadz Joker.


Ustadz Joker : "Kasus yang terjadi pada Saipul Jamil hendaknya dijadikan pelajaran oleh seluruh Masyarakat Indonesia yang ingin mempunyai generasi penerus dan lingkungan yang baik."




Ustadz yang selalu berapi-api ketika memberikan Tausiyah namun diselingi oleh humor-humor jenaka ini, memberikan komentar yang cukup santun namun tegas tentang kasus Saipul Jamil.

Berikut Petikan Komentar Ustadz Joker via BBM Messenger.

Redaktur :
"Ustadz Joker, Bagaimana Ustadz melihat kasus Bang Ipul (Saipul Jamil-red)"

Ustadz Joker :
"Ya, Saya sebenernya nggak mau komen yang sifatnya menyalahkan Bang Ipul ya, Bang (redaktur di sapa dengan sebutan 'Bang'-red), Namun karena kasusnya ini sangat bisa kita ambil pelajaran dari nya, maka saya coba komentar.. Dikit aja ya ?" 


Ustadz Joker, Selalu tampil Ceria dengan balutan Kostum yang menggabungkan unsur warna gelap dan terang. Filosofinya, gelap dan terang saling membutuhkan. Tidak mungkin ada Terang jika tidak ada gelap, begitu juga sebaliknya.

"Intinya, menurut Saya, Bang Ipul ini sedang di uji dengan ujian yang sangat mengguncangkan Jiwa. baik jiwa nya sendiri maupun orang dekatnya yang sangat memperhatikan sepak terjang beliau. Saya Prihatin sekali melihat apa yang terjadi, sebab, kalau kita lihat secara karir maupun secara kehidupan pribadi, Bang Ipul ini termasuk orang yang berusaha mendekat kepada sisi religi-nya. Bisa saya katakan bahwa hal ini terjadi - bisa jadi - karena saat itu beliau ... kalau istilah saya tuh, 'sedang berjalan pada jalur yang tidak seharusnya..' Itu menurut hemat saya bisa terjadi pada siapapun yang kurang waspada dalam menyikapi pergaulan dan lingkungan tempatnya bergaul. Ke-kurang waspada-an ini memang sering membuat orang salah jalur. Tidak mesti artis, siapapun jika tidak waspada dalam menyikapi pergaulan dilingkungannya akan terbawa oleh arus besar atau bahasa kerennya 'Main Stream' yang berlangsung di lingkungan pergaulannya. Siapa pun."



Ustadz Joker tausiyah di salah satu SMA di Depok, Remaja adalah harapan Islam di masa datang, karenanya harus dijaga pergaulan, komunitas dan aqidah nya.

Redaktur :
"Jadi Bagaimana kiat agar kita tetap selalu berada di jalur yang benar, Tads ?"

Ustadz Joker :
"Ada beberapa kiat dan tips agar kita selalu di bimbing Allah SWT untuk tetap berada di jalur yang sudah di fitrahkan, di jalur yang benar ;

1. Hidupkan Majelis Ta'lim.

Maksud nya, Seringlah dan biasakan diri untuk duduk di Majelis Ta'lim. Nggak perlu setiap hari, tapi rutinlah mengunjungi Majelis-majelis Ta'lim. Minimal seminggu sekali. Kenapa Majelis Ta'lim ? Rasulullah SAW memrintahkan kita untuk mencari teman yang baik supaya kita menjadi tertular dengan kebaikan teman kita itu. Dalam hal ini ada metafor atau perumpamaan bahwa, Jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita akan tertular wanginya, begitu kira-kira. Nah dengan membiasakan diri berada di komunitas Majelis Ta'lim, minimal kita sudah membentengi diri dengan benteng berupa 'teman dan lingkungan yang mendorong kita untuk berbuat baik.'.

2. Dekatkan diri dengan Orang-orang Alim.

Orang Alim itu adalah cahaya di bumi. Arti harfiah kata 'alim' adalah berilmu, tentunya ilmu agama yang saya tekan kan disini, sebutannya bisa bermacam-macam, Ulama, Ustadz, Guru Ngaji atau bahkan teman yang sholeh yang rajin ibadahnya biasa kita sebut dengan sebutan orang alim. Mengapa kita harus mendekatkan diri dengan orang alim ? Rasulullah SAW bersabda, "Ulama itu pewaris para Nabi", Jadi Ulama itu, baik ilmu nya dan di amalkan dalam akhlaknya. Nah dengan kita mendekati orang alim diharapkan sedikit atau banyak ilmu mereka bisa kita serap sehingga berpengaruh dalam hidup kita sehari-hari. Bahkan Sahabat Nabi, Anas Bin Malik mengatakan, "Duduk bersama ulama satu jam - dalam rangka menyerap ilmu dan keberkahannya - lebih aku sukai dari sholat sunat 100 rakaat', bisa kita garis bawahi penyerapan ilmu walaupun sedikit, lebih penting jika dibandingkan dengan ibadah ritual yang banyak tapi tanpa disertai ilmu.


Berpose sejenak dengan redaktur di suatu acara religi.

3. Sering-sering berzikir.

Allah SWT berfirman, "Ingatlah Engkau kepada-KU, Niscaya AKU ingat kepadamu." dan di tempat lain Allah juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kepadaku dengan zikir yang banyak, sesungguhnya dengan zikir dapat menenangkan hati." Jadi sudah jelas bahwa Zikir kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang, artinya dengan zikir segala gejolak hati, rasa gelisah dan galau yang sering menimpa kita bisa dihilangkan oleh Allah SWT dengan demikian Zikir, mampu mencegah keburukan hati dan perbuatan.

"Bagaimana bisa ? Logikanya begini. Pernah melihat orang dihipnotis kan ? Tentu orang yang sedang dihipnotis itu diberikan sugesti agar alam bawah sadarnya terpengaruh oleh sugesti yang diberikan si penghipnotis, kan ?. Nah Zikir juga secara logika fungsinya sama, yaitu mensugesti diri agar niat buruk yang ada di dalam hati berubah menjadi rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT sehingga hati yang tadinya punya niat buruk teralihkan dan diisi dengan kebaikan. Itulah bentuk penjagaan Allah dengan menurunkan ketenangan dalam hati. Kira - kira begitu perumpamaan secara logika nya."

4. Berpegang teguh kepada Alquran dan Sunnah Nabi.

Ini adalah benteng yang paling kuat untuk menjaga kita dari pengaruh buruk yang timbul dari lingkungan maupun dari Setan-setan yang suka berbisik-bisik. Rasulullah bersabda, "Aku tinggalkan dua hal, barang siapa yang memegang teguh kedua nya, niscaya selamat dunia akhirat, yaitu Al quran dan Sunnah Rasulullah."

"Ke empat hal itu, kalau kita lakukan dan amalkan Insya Allah akan mencegah kita dari pengaruh lingkungan yang buruk yang selalu mengajak kita ke jalur yang salah. Insya Allah kalau kita lakukan dan amalkan secara rutin, akan membimbing kita untuk selalu berada di jalan yang benar. Insya Allah..."


Berpose bersama seorang Kolega, Ustadz Firman AM, disela-sela acara memperingati Maulid Rasulullah Saw di bilangan Kampung Gedong Kramat Jati.


Redaktur :
"Jadi menurut Ustadz, apa yang harus dilakukan oleh Bang Ipul ?"

Ustadz Joker :
"Naah ini pertanyaan, inti nih... jadi Saya jawab inti nya aja ya, Bang.. ;"

"Pertama, Bang Ipul harus MENYADARI kalau dirinya sedang berada pada jalur yang salah."

"Ke dua, KEMBALI ke jalan yang benar, taubat dengan sebenar-benarnya taubat."

"Ke tiga, HINDARI pergaulan yang membuat Ia terulang kembali pada jalan itu."

"Terakhir, INGAT akan ANCAMAN Allah SWT"

"Kalau itu dilakukan, maka Saya yakin Bang Ipul akan menemukan kembali jalur yang sudah di kodratkan oleh Allah SWT, jalan lurus sesuai syariat agama Islam."

Redaktur :
"Baik, Ustadz.. Terima kasih banyak atas komentarnya. Sukses terus untuk Ustadz, salam buat keluarga. Wasslam."


Bersama Dude Herlino di Masjid AT Tin Taman Mini. Bersama selaras dalam Dakwah.

Ustadz Joker :
"Ya sama-sama Bang. Semoga manfaat buat pembaca dan terlebih buat Bang Ipulnya disana. Semoga beliau mendapatkan hidayah dari Allah untuk membenahi diri. Dan semoga juga kasus yang menimpanya ini akan selesai dengan cepat proses hukumnya, tidak berlarut-larut dan menjadi sarana pembelajaran bagi ummat sehingga dimasa datang, kasus seperti ini tidak akan terjadi. Aamiin. Wa'alaikum salam, Bang."