Minggu, 21 Februari 2016

A'A RUSTANDI BLAK-BLAKAN SOAL SAIPUL JAMIL

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Assalamu 'alaikum wr. wb.

Kali ini redaktur menghubungi Ustadz A'a Rustandi, S Ag atau lebih dikenal sebagai Ustadz Jufri di Sinetron Catatan Harian Seorang Istri. Walaupun wajahnya imut dan usianya tergolong muda, namun A'a Ustadz Rustandi ini sangat faham kitab-kitab rujukan populer umat Islam tentang masalah Tauhid, Fiqih dan Ushul Fiqih, Tafsir dan Kaidah Tafsir serta kitab-kitab Hadist seluruh Imam Hadist Ahlu Sunnah Wal Jamaah. Oleh karenanya ketika dimintai komentar terhadap kasus yang menimpa Artis Saipul Jamil, A'a Ustadz Rustandi langsung Blak-blakan soal itu.



A'a Ahmad Rustandi, S Ag atau lebih populer dengan sebutan Ustadz Jufri CHSI - Catatan Harian Seorang Istri. Blak-blakan soal Saipul Jamil.




A'a Rustandi dalam satu kesempatan dakwah sedang berdiksusi dengan Dude Herlino. A'a Ustadz Rustandi memang sedang merangkul beberapa selebriti ternama dalam rangka mengembangkan gairah dakwah di kalangan muda Islam.

Berikut adalah petikan wawancara via BBM dengan A'a Rustandi :

"A'a apa komentar A'a soal kasus yang menimpa Saipul Jamil ?"

A'a Rustandi : 
"Prihatin ya Tentunya.. Juga Miris. Prihatin nya karena Bang Ipul itu kan bagaimanapun juga seorang Muslim yang selama ini kelihatan baik aja image nya. lalu tiba-tiba ada kasus begini kan jadi miris. A'a jadi berkaca ama diri A'a sendiri, belum tentu apa yang kita lihat sama dengan apa yang terjadi. Kalau bahasa bule nya mah, dont judge a book by its cover gitu kira-kira bang."


A'a Ustadz Rustandi dalam suatu acara bersama Ustadzah Lulu Susanti dan Angel Lelga.


"Kira-kira, menurut A'a mengapa hal itu terjadi pada Saipul Jamil ?"

A'a Rustandi :
"Menurut A'a yaa.. ada beberapa sebab mengapa Bang Ipul bisa khilaf seperti itu. Pertama. TIPIS IMAN.. Biasanya kalau orang tipis Iman dia akan mudah sekali menanggalkan keimanannya untuk kenikmatan yang sifatnya semu seperti itu."

"Yang Ke dua adalah Terlalu LAMA SENDIRI setelah berpisah dengan Istri yang pertama maupun istri yang terakhir. Biasanya kalau Iman Tipis di tambah kelamaan sendiri, nah itu akan memacu gairah atau libido seksual meningkat, apalagi tidak disalurkan untuk hal-hal yang sifatnya menguras energi, misal olah raga atau taqarub ilalloh, mendekatkan diri kepada Allah."

"Yang ke tiga, menurut A'a Bang Ipul begitu karena Kurang KONTROL DIRI dan Kurang HATI-HATI bergaul dengan orang-orang di sekelilingnya. Maksudnya begini, Kalau kontrol diri nya kuat, tentu godaan seperti apapun di dalam komunitas apapun, akan mampu di kontrol oleh dirinya, sehingga dia tidak ikut-ikutan komunitasnya, Nah yang jadi masalah kalau kontrol dirinya kurang, udah gitu tidak hati-hati memilih teman dan lingkungan komunitas gaulnya, itu bisa kejadian kayak begini."

"Yang Terakhir menurut A'a adalah OVER CONFIDENCE, Terlalu percaya diri. Mungkin Bang Ipul merasa bahwa dirinya tenar sehingga semua orang akan suka kepadanya, padahal kan belum tentu. Nah Over Confidence atau kepercayaan diri yang berlebihan itu yang sering menjerumuskan, kalau kita kaji lebih jauh, Over Confidence lah yang membuat Iblis menolak ketika diperintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam AS. Itu kan Kesombongan. Gitu kira-kira menurut A'a".


A'a Ustadz Rustandi, Dude Herlino dan Kiyai Rahmat Mubarok dalam satu pengajian.


"Bagaimana dengan unsur Genetika A'a, Ada kah di dalam Literatur Islam menerangkan hal itu ? GLBT ?"

A'a Rustandi :
"Di dalam Literatur Islam yang kita kenal ada hadits yang bicara mengenai Khunza atau Kaum Wanita Adam (Wadam) Namun itu dalam konteks berkelamin dua, bahasa ilmiahnya mah Aphrodithe, Jadi satu Body tapi kelamin nya dua jenis. Bisa cewek bisa cowok. Itu terjadi di zaman lalu. Kalau sekarang yang ada kan ikut-ikutan aja, kesalahan perilaku, dan penyakit psikologi. Itu Penyimpangan namanya. Penyakit Penyimpangan warisan kaum SODOM zaman nabiyullah Luth AS."

"Lalu Apakah bisa disembuhkan ?"

A'a Rustandi :
"Karena itu bukan Faktor Genetika, lebih kepada faktor Penyimpangan perilaku dan Psikologis, maka tentu bisa disembuhkan. Dengan kesadaran dan penyadaran Fitrah masing-masing. Manusia di turunkan ke dunia ini sudah mempunyai tugas masing-masing, tinggal mencari apa sih tugas dan kewajiban manusia sebagai makhluk. Tugas dan kewajiban itu kan ada terhadap Allah sebagai Khaliq, pencipta, dan ada juga tugas dan kewajiban kepada sesama makhluk, baik manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan bahkan seluruh alam, itu ada tugas dan kewajiban kita."

"Nah untuk menjalani tugas dan kewajibannya tentu Allah sebagai Pencipta tidak mungkin tidak memberikan modal utama, apa modal utama nya, yaitu Fitrah, Jasmani, Ruhani dan akal. Penyimpangan perilaku seperti LGBT pasti bisa disembuhkan asal mengembalikan fitrah-fitrah yang diberikan Allah SWT, tentunya dengan kesadaran dan perjuangan yang tidak mudah. Lingkungan dan Orang tua sangat berperan dalam hal ini, penyadaran rehabilitasi."


A'a Ustadz Rustandi sering bingung melihat gambar ini, karena "seperti bercermin" Ujarnya. (huwek....!!!)

"Rasulullah bersabda, 'Kebaikan itu kebiasaan, barang siapa membiasakan diri berbuat baik, tentu Allah akan menjadikan dirinya mempunyai sifat baik, begitu juga dengan keburukan.' Itu masalah kebiasaan aja. Maka nya A'a pesan kepada mereka-mereka yang sering melakukan impresiator, peniruan, akting maupun tidak sengaja, hati-hati.. Jika sering meniru-niru gaya banci atau kewanita-wanita an, hati-hati aja, sebab nanti jadi kebiasaan, gitu bang."

"Nah, Saran A'a kepada para orang tua, agar mendidik anak-anaknya dengan baik, anak itu amanat, dan setiap amanat tentu akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di hari kiamat. Kalau ada anak yang terlihat akan cenderung ke arah sana, tidak sesuai kodrat dan fitrahnya sebaiknya orang tua melakukan hal berikut :

1. Berikan penyadaran diri tentang fitrah manusia, tugas dan fungsi masing-masing Gender. Laki-laki bagaimna dan perempuan bagaimana.

2. Awasi pergaulannya dan cegah kemungkinan anak itu bergaul dengan komunitas yang malah memperburuk kecenderungannya.

3.Sering mengajak anak berzikir, mengaji dan mendengarkan tausiyah untuk mempertebal Iman Islam nya. Kasih tahu, Sangsi yang akan dia terima kalau dia melanggar aturan Allah dan Rasul nya. Tentu ini harus di contohkan oleh si orang tua sendiri. Karena tidak mungkin kita menyuruh anak melakukan suatu hal tanpa orang tua melakukannya terlebih dahulu.

4. Berikan kesibukan-kesibukan yang sifatnya membangun karakter pribadi nya.

Itu kira-kira yang bisa A'a sampaikan.


A'a Ustadz Rustandi : Mari kita doakan agar kaum LGBT diberi kesadaran dan penyadaran supaya merek kembali kepada Fitrahnya sebagai mana sediakala. Aamiin


Terakhir, mari kita doakan agar saudara kita se iman, Saipul Jamil mendapatkan bantuan hukum yang memadai dan terbebas dari kasus ini secepatnya. Mari kita menanamkan Praduga tak bersalah dalam hal ini, Khusnu zon, prasangka baik. Insya Allah.."

A'a pun menuntaskan uraian Blak-blakan nya... Sukses A'a.. terima kasih banyak.