Bismillahirrahmaanirrahiim.. Assalamu 'alaikum wr. wb.
Kali ini redaktur meminta komentar dari Ustadz Kembar, Ustadz Bahrul Alam dan Ustadzah Lulu Susanti. Ketiga Ustadz ini pun berbeda pendapat soal kasus yang menimpa selebriti Indonesia Saipul Jamil itu. Kamis, 18 Februari 2016 lalu, Saipul Jamil di gelandang ke kantor Polisi karena pengaduan seorang Fans nya yang merasa Saiful Jamil (Bang Ipul) telah melecehkan dirinya.
Ustadz Kembar, Ustadz Bahrul Ulum dan Ustadzah Lulu Susanti prihatin atas kasus yang menimpa Bang Ipul (Saipul Jamil-red)
"Pertama, kami (Alwi dan Aldi) prihatin kasus ini terjadi terhadap saudara sesama Muslim, apalagi Saipul Jamil adalah selebriti yang bisa menjadi panutan. Tetapi di luar itu, kami berdua membenci prilakunya, prilaku LGBT ini kan sudah jelas bertentangan dengan ajaran Islam. LGBT sudah jelas membuat hancur bangsa Indonesia, baik secara akhlak, norma dan etika maupun secara kemanusiaan. Kita ambil Contoh Saipul Jamil, betapa akan hancur hidupnya di masa yang akan datang jika kasus ini benar terbukti."
"Kami berdua," Lanjut Ustadz Kembar, "Membenci tindakan yang dilakukan dan diperbuatnya, namun kami juga menghimbau agar saudara sesama Muslim lainnya bahu membahu menolong si pelaku dalam hal ini Saipul Jamil. Jadi mari kita melihat nya secara objective, boleh membenci pada keburukan maksiatnya tapi mari kita menolong pealakunya agar memperbaiki diri dan kembali kepada jalan Allah."
"Intinya," Lanjut Ustadz Aldi, "Takutlah kita akan Azab Allah SWT, LGBT itu berbahaya, banyak anak bangsa jadi korban. Banyak Pemuda terjebak dan terlena oleh perilaku LGBT ini. Bahkan yang lebih berbahaya adalah, Perilaku LGBT mengundang Murka Allah kepada kita, bukan hanya yang melakukan tapi seluruh rakyat Indonesia akan terkena Azab Allah karena LGBT ini."
"Jadi, Mari kita memperbaiki diri, perbaiki semua, kita TOLAK LGBT diseluruh pelosok negeri, sudah bukan tugas ulama saja membenahi moral bangsa, tapi sudah saatnya Pemerintah turn aktif juga. Caranya mungkin dengan menyediakan pusat rehabilitasi kejiwaan pelaku LGBT yang sudah mau berubah. Demi membenahi moral bangsa."
"Kasus Saipul Jamil ini," lanjut Ustadz Kembar, "Salah satu contoh yang seharusnya membuka mata kita, bahwa hal itu ada dan nyata dari ribuan kasus yang tidak terekspos. Terlepas dari apakah kasus Saipul Jamil ini Fitnah atau Fakta, yang jelas kasus ini membuktikan bahwa betapa hancurnya moral bangsa akibat perilaku LGBT. Mari benahi bersama."
Ustadz Bahrul Ulum.. Komentarnya keras.
Komentar agak keras di kemukakan oleh Ustadz Bahrul Ulum, Ustadz yang faham Ilmu-ilmu Al Quran dan pengajar tetap qiro'ah Qur'an di beberapa Majelis ini mengatakan, "Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada hamba-hamba yang sedang khilaf agar mereka bertaubat dan kembali ke jalan yang benar."
"Kasus ini sangat memalukan," Lanjut Ustadz Bahrul Alam, "Karena kasus ini sudah melanggar aturan Allah SWT. Seyogyanya, kita sebagai orang tua, apalagi bang Ipul sebagai selebriti, memberikan contoh yang baik, melindungi anak-anak, apalagi fans nya, bukan malah mencabuli nya. Nauzubillahi min dzaalik. Mungkin ini tanda-tanda akhir zaman ya." Pungkas nya.
Ustadzah Lulu Susanti Prihatin dengan LGBT.
Ungkapan yang hampir senada juga di katakan oleh Ustadzah Lulu Susanti, M Ag, "Dia Khilaf, Bang.. namanya juga manusia. Cuma hendaknya kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua."
Ketika di tanya soal tips agar terhindar dari hal seperti itu - LGBT, Ustadzah Lulu mengungkapkan, "Rasulullah mengingatkan kepada kita, 'sesudah perang Badar masih ada lagi perang yang lebih besar, yaitu Perang - Jihad - melawan Hawa Nafsu.'. Memang konteks hadist itu adalah bahwa Ketika terjadi selesai perang badar, Ummat Islam ketika itu akan menghadapi bulan Ramadhan, yang di istilahkan oleh Rasulullah sebagai bulan memerangi Hawa Nafsu sebagai perang yang lebih besar dari perang Badar. Namun demikian hendaknya kita jadikan patokan untuk bersikap di dalam kehidupan sehari-hari, yaitu selalu waspada memerangi Hawa Nafsu."
"Dilingkungan apapun, mau artis kek, mau pejabat kek, atau bahkan orang awam seperti kita, tetap harus mengontrol diri dan mengontrol hawa nafsu sesuai fitrah yang diberikan oleh Allah SWT." Pungkas Ustadzah Lulu Susanti, M Ag.



